Gempa susulan kembali terjadi Di Sumatera barat
Padang : Setelah gempa 6,1 Skala Richter pada Rabu [23/12] sekitar pukul 08.11 WIB, gempa susulan kembali terjadi di Sumbar berkekuatan 5,3 SR pada pukul 08.47 WIB.
Data Badan Meteologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, gempa susulan ini berpusat 1.69 LS – 99.10 BT, pada 46 km Tenggara Siberut, Mentawai, Sumbar. Camat Siberut Selatan Arifianto S mengungkapkan, gempa dirasakan dua kali oleh warga di wilayahnya. Gempa pertama cukup keras dan masyarakat berhamburan keluar rumah. Namun hingga saat ini belum ada warga Siberut Selatan yang mengungsi. “Sekarang warga sudah mulai tenang,” kata dia melalui pesan singkatnya kepada ANTARA. Arifianto mengaku belum mendapat laporan tentang adanya korban jiwa atau kerusakan akibat gempa.
Gempa pertama berkekuatan 6,1 Skala Richter (SR) sempat membuat khawatir warga Padang dan sekitarnya. Gempa pertama itu berpusat di 1.48 LS – 99.33 BT, atau 56 km Tenggara Siberut-Mentawai, Sumbar, dengan kedalaman 10 Km.
Pusat gempa berada di 88 km Barat Laut Sipora Mentawai, 127 km Barat Daya Padang, 128 km Barat Daya Pariaman atau 982 km Barat Laut Jakarta. Gempa hebat berkekuatan 7,9 SR pernah menghantam Sumbar pada 30 September 2009. Gempa menimbulkan 1000 lebih korban tewas di Padang, Padangpariaman, Pariaman, Pasaman Barat, dan Kabupaten/Kota lainnya di Sumbar.
Terasa Sampai Ke Riau
Gempa bumi tektonik yang berpusat di Perairan Siberutmentawai, Provinsi Sumatera Barat, Rabu, terasa sampai ke daerah Provinsi Riau.
Berdasarkan pengamatan ANTARA, getaran gempa cukup terasa di Kota Dumai, Riau. Gempa terasa sekitar pukul 08.20 WIB, meski hanya diperkirakan sekitar 15 detik. “Saya dan keluarga panik dan berlarian keluar rumah karena getaran amat terasa,” kata seorang warga Dumai, Eri (36).
Meski begitu, lanjutnya, tidak ada kerusakan akibat goncangan gempa tersebut.
Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru menyatakan bahwa gempa yang berpusat di perairan Siberutmentawai tidak berpotensi menimbulkan tsunami. “Gempat tidak menimbulkan tsunami,” kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Pekanbaru, Johanes Sudrajat.
Ia juga mengatakan getaran yang terasa ke Riau tidak terlalu besar.
Menurut pencatatan BMKG Pekanbaru, terjadi dua kali gempa di perairan Mentawai dalam rentang waktu yang hampir berdekatan. Gempa pertama terjadi pada pukul 08.15 WIB, dengan kekuatan 6,1 SR. Lokasi tepatnya di 1,48 LS-99,33 BT. Gempa berpusat di kedalaman laut 10 Km dan berjarak sekitar 56 Km arah Tenggara Siberutmentawai, Sumatera Barat.
Gempa kedua tercatat sekitar pukul 08.47 WIB, dengan kekuatan berkurang menjadi 5,3 SR. Lokasinya tepatnya di 1,69 LS-99,10 BT. Gempa kedua berada di kedalaman 25 Km dan berjarak 46 Km Tenggara Siberutmentawai.
Belum Ada Laporan Korban
Satkorlak Penanggulangan Bencana Sumbar menyatakan belum ada laporan korban jiwa akibat gempa 6,1 Skala Richter (SR) Rabu pagi, di Sumbar. “Belum ada laporan korban jiwa, dan juga kerusakan bangunan akibat gempa yang terbaru ini,” kata Ade Edwar, dari Satkorlak PB Sumbar, Rabu.
Dia menyatakan terus memantau perkembangan gempa yang pusatnya cukup dangkal, yakni 10 Km tersebut. “Alhamdulillah, gempa tidak menimbulkan tsunami,” kata dia. Ia menyatakan, gempa cukup kuat dirasakan dari Siberut Mentawai. Sementara itu, Camat Siberut Selatan Arifianto S ketika dihubungi mengaku belum mendapat laporan korban jiwa atau kerusakan bangunan di wilayahnya.
“Belum ada laporan. Saya akan terus memantau perkembangannya. Yang pasti, gempa memang menyebabkan warga cemas,” kata dia.
Gempa 6,1 Skala Richter (SR) terjadi pada Rabu, pukul 08.11 WIB. Data Badan Meteologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, gempa berpusat di 1.48 LS – 99.33 BT, atau 56 km Tenggara Siberut-Mentawai, Sumbar, dengan kedalaman 10 Km. Pusat gempa berada 88 km Barat Laut Sipora Mentawai, 127 km Barat Daya Padang, 128 km Barat Daya Pariaman atau 982 km Barat Laut Jakarta.
Warga Padang dan sekitarnya sangat kaget dengan gempa yang terjadi pada saat sebagian karyawan pemeritahan/swasta memulai aktivitas di kantor. “Saya lari keluar kantor setelah gempa,” kata Rozi (25), salah seorang karyawan sebuah perusahaan di Padang.
Rozi juga mengaku mendapat informasi dari kampungnya, Bukittinggi, bahwa gempa juga dirasakan di sana. “Gempa juga dirasakan di Bukittinggi. Ayah saya tadi menyampaikan banyak warga yang terpaksa lari keluar rumah akibat gempa,” kata dia.
Dalam tahun 2009, Sumbar seperti tak putus-putusnya dihantam gempa. Gempa yang paling kuat terjadi pada 30 September 2009 lalu berkuatan, 79 SR. Gempa tersebut menimbulkan korban jiwa lebih 1000 orang. Gempa juga menghancurkan ribuan bangunan









