tPerayaan Tahun Baru 2010 kurang sepekan lagi. Hal itu tidak disia-siakan begitu saja oleh sejumlah pedagang terompet. Mereka mulai berdatangan di kota Jombang. Sebagian besar dari mereka memilih tempat di sekitar bahu jalan serta di titik-titik keramaian.

Beberapa pedagang mengaku sudah mulai mengantongi keuntungan atas jerih payahnya. Semakin dekat tahun baru, penjualan terompet mereka semakin laris. “Alhamdulillah, dalam satu hari rata-rata bisa menjual 10 terompet. Jumlah itu akan meningkat jika malam tahun baru,” kata Hasan, pedagang terompet yang berjualan di taman kota Kebun Rojo Jombang, Jumat (25/12/2009).

Hal yang sama juga dikatakan Basuki, penjual terompet lainnya. Sejak dua minggu lalu ia sudah mencari tempat jualan. Basuki memilih menggelar dagangannya di sekitar alun-alun Jombang. Alasannya, lokasi tersebut selalu ramai oleh pengunjung. Wal hasil, sejak itu pula terompet miliknya laris manis. Keuntungan yang ia dapat pun berlipat.

Baik Hasan maupun Basuki menjelaskan, modal yang ia keluarkan untuk membuat terompet tidak terlalu besar. Untuk 100 unit terompet, modal yang mereka keluarkan sekitar Rp 300 ribu. Di antaranya untuk membeli kertas karton dan kertas aneka warna. Dari modal tersebut keuntungan yang mereka dapat bisa dua kali lipat. “Kalau laku semua, keuntungannya bisa dua kali lipat,” kata Hasan merinci.

Maklum, harga jual yang dipatok oleh Hasan dan Basuki cukup bervariasi. Mulai dari harga Rp 3.500,- hingga Rp 20 ribu. Semakin tinggi tingkat kesulitan dalam pembuatannya, harga terompet itu semakin tinggi. Begitu juga sebaliknya.

Basuki mencontohkan, terompet dengan model ular naga dan model saxophone. Karena tingkat kesulitannya tinggi, maka barang tersebut dijual dengan harga Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu. Namun berbeda dengan terompet yang model biasa, ia hanya menjual dengan harga Rp 3.500.

“Meski tahun baru kurang sepekan, namun sudah banyak masyarakat yang membeli terompet. Kondisi itu akan semakin ramai jika tepat malam tahun baru,” kata pedagang musiman yang berasal dari Klaten, Jawa Tengah ini.

Random Posts

Leave a Reply